![]() |
| Pemko Binjai Gelar Apel Gabungan Peringati Harganas ke-33, Dorong Penguatan Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak, (Ist) |
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Binjai tersebut diikuti oleh para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Setdako Binjai, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Binjai.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menyebut bahwa Harganas merupakan momentum refleksi nasional.
“Hari ini adalah momentum refleksi nasional, sebuah jeda kultural untuk kita semua menengok kembali ke dalam rumah kita masing-masing. Kita perlu memeriksa berbagai tantangan yang dapat menggerus masa depan anak-anak kita, memecah keharmonisan suami istri, serta menghancurkan tatanan moral generasi penerus,” ujar Chairin.
Ia menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan karakter bangsa tidak akan terwujud apabila tanggung jawab pengasuhan hanya dibebankan kepada ibu. “Pada momentum Hari Keluarga Nasional ini, mari mulai terlibat aktif dalam pengasuhan anak. Kehadiran fisik dan kedekatan emosional seorang ayah dalam proses pengasuhan merupakan faktor penting dalam pembentukan kepribadian serta kestabilan emosi anak-anak kita,” lanjutnya.
Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya mengubah paradigma mengenai keluarga. Keluarga bukan hanya sekadar unit terkecil dalam masyarakat, tetapi merupakan fondasi awal dari keberhasilan pembangunan nasional. “Kita tidak akan pernah bisa mencetak menteri yang hebat, jenderal yang tangguh, pengusaha yang jujur, dokter yang berintegritas, atau pekerja yang produktif apabila kita gagal membangun kualitas manusia tersebut sejak dari keluarga,” katanya.
Lebih lanjut, pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada keluarga, memperkuat jaring pengaman sosial, serta memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat. Melalui peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).
“Dengan keluarga yang berkualitas, kita dapat menyongsong bonus demografi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (Rhn)
