![]() |
| SMA Negeri 2 Binjai. |
Nusantaratopnews.id, Binjai - Kabar dugaan kekerasan terhadap seorang siswa SMAN 2 Binjai berinisial MNA mendapat perhatian dari lingkungan sekolah. Sejumlah teman sekelas MNA turut memberikan keterangan terkait aktivitas korban sebelum kabar dugaan kekerasan tersebut beredar di media sosial, Selasa (29/09).
Salah seorang teman sekelas MNA, perempuan berinisial NF, mengatakan bahwa pada Selasa (15/9), saat jam pelajaran olahraga, MNA tidak membawa pakaian olahraga sehingga tidak mengikuti kegiatan olahraga seperti biasa.
Kemudian pada Rabu (16/9), saat mengikuti pelajaran sejarah, MNA disebut mengeluhkan pusing dan kemudian dibawa ke ruang UKS.
“Tidak ada kami lihat dan dengar kejadian bahwasanya dia dikeroyok. Kami juga heran kok tiba-tiba muncul beritanya dia dikeroyok. Padahal dia anak yang baik, pendiam, tidak nakal,” ujar NF.
NF juga menyebutkan bahwa pada Jumat (18/9), MNA masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah seperti biasa.
Keterangan serupa disampaikan NA, yang pernah menjadi teman sebangku MNA saat kelas XI. NA mengaku pernah melihat luka di bagian kepala MNA jauh sebelum kabar dugaan kekerasan tersebut mencuat.
“Sewaktu kelas 11, sebelum sekarang ini, saya pernah lihat luka di kepalanya yang ada sampai sekarang,” kata NA, yang saat ini menjabat sebagai Ketua OSIS SMAN 2 Binjai.
Sementara itu, terkait keberadaan MNA di ruang UKS, Arva, guru BK yang disebut berada di lingkungan sekolah saat itu, juga memberikan keterangan. Ruang BK diketahui berada bersebelahan dengan ruang UKS.
"Tidak ada kami mendengar ada keributan pak," cetus Arva.
Teman sebangku MNA saat ini di kelas XII, DP, juga mengaku pernah menanyakan kondisi MNA terkait pengalaman di sekolah sebelumnya.
DP mengatakan, dirinya pernah bertanya kepada MNA apakah pernah mengalami perundungan di sekolah sebelumnya. Namun, MNA menjawab tidak pernah.
“Pernah saya tanya, ‘pernah dibully kau di sana, Mi?’ Jawabnya enggak kok. Dia seperti tidak ingin terlalu terbuka,” kata DP.
Kabar mengenai dugaan kekerasan terhadap MNA kemudian beredar luas. Sejumlah teman sekelasnya bahkan mendatangi rumah MNA pada Jumat (25/9) dengan maksud menjenguk.
Namun, menurut NF, mereka tidak diperkenankan bertemu langsung dengan MNA.
“Sampai sana kita cuma di teras, tidak dibolehkan ketemu sama MNA, Pak,” ucapnya.
Diketahui, MNA merupakan siswa pindahan dari SMAN 2 Medan ke SMAN 2 Binjai.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Binjai, Juliana Sitepu, mengaku pihak keluarga MNA tidak pernah menyampaikan atau mengonfirmasi langsung kepada pihak sekolah mengenai dugaan kekerasan yang dialami siswanya.
“Tidak pernah keluarganya ada konfirmasi ataupun memberitahu kepada kita bahwa anaknya mengalami kekerasan. Kita pihak sekolah terkejut, tiba-tiba sudah berseliweran di media sosial beritanya. Bahkan sampai sudah laporan ke polisi,” terang Juliana Sitepu.
Di sisi lain, dalam pemberitaan yang beredar, Ayah MNA yang bernama Aidil Syahputra menyebut anaknya diduga mengalami kekerasan di lingkungan sekolah. Dia juga mengaku telah membuat laporan ke Polres Binjai dan menunjukkan dokumen tanda laporan. (Mer)
